Coaching Clinic Apresiasi GTK 2026, Dinas Pendidikan Gorontalo Utara Perkuat Kesiapan Peserta

Kwandang — Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara menggelar Coaching Clinic Pembuatan Konten Berbagi Praktik Baik bagi Calon Peserta Apresiasi GTK Tahun 2026, Kamis (24/9/2026), bertempat di Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan kepada para guru dan tenaga kependidikan yang telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta Apresiasi GTK Tahun 2026. Coaching clinic diarahkan untuk membantu peserta mengenali kekuatan praktik baik yang telah dilakukan, sekaligus mempersiapkan naskah dan video karya secara lebih terarah.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan narasumber dari Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Gorontalo yang memberikan penguatan mengenai penyusunan konten berbagi praktik baik serta hal-hal yang perlu diperhatikan peserta dalam mempersiapkan karya.

Selain narasumber dari KGTK, coaching clinic juga menghadirkan Lina A. Husain, salah seorang guru yang pernah meraih prestasi pada Apresiasi GTK tingkat nasional. Kehadirannya memberikan warna tersendiri karena peserta dapat memperoleh gambaran langsung dari pengalaman seorang guru yang telah melewati proses kompetisi hingga tingkat nasional.

Lina berbagi pengalaman mengenai proses menggali praktik baik, mempersiapkan karya, hingga bagaimana sebuah pengalaman nyata di satuan pendidikan dapat dikemas menjadi cerita perubahan yang kuat dan dapat menginspirasi pendidik lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara, Abdul Rahman Paudi, S.IP., M.Adm.Pemb., melalui Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SD, Abdullah Karim, selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa pelaksanaan coaching clinic bukan semata-mata diarahkan untuk mengejar prestasi dalam ajang Apresiasi GTK.

Menurut Abdullah, pesan yang ditekankan Kepala Dinas adalah menjadikan momentum Penghargaan GTK sebagai bagian dari upaya membangun kembali semangat guru untuk terus belajar, berkarya, berinovasi, dan berbagi.

“Pesan Bapak Kepala Dinas, penghargaan ini jangan semata-mata dipandang sebagai ajang untuk mencari juara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana praktik baik yang telah dilakukan oleh guru dapat terdokumentasi, dibagikan, dan memberikan inspirasi kepada guru lainnya. Kita ingin semakin banyak GTK Gorontalo Utara yang berani menunjukkan karya serta perubahan nyata yang telah mereka lakukan,” ujar Abdullah.

Ia mengatakan, berbagai praktik baik sesungguhnya telah tumbuh di satuan pendidikan. Guru setiap hari berhadapan dengan beragam kondisi dan persoalan pembelajaran, kemudian berusaha menemukan cara untuk mengatasinya. Namun, pengalaman tersebut belum seluruhnya terdokumentasi dengan baik sehingga sering kali hanya diketahui di lingkungan sekolah masing-masing.


Karena itu, coaching clinic juga mendorong peserta agar tidak sekadar membuat karya untuk kepentingan kompetisi. Peserta diarahkan untuk mengangkat pengalaman yang benar-benar telah dilakukan, menjelaskan persoalan yang dihadapi, tindakan atau inovasi yang dijalankan, serta menunjukkan bukti perubahan dan dampaknya.

“Kami tidak ingin peserta membuat sesuatu yang seolah-olah baru hanya karena akan mengikuti Apresiasi GTK. Yang ingin kita angkat justru praktik nyata yang selama ini sudah mereka kerjakan. Tugas kita melalui pendampingan ini adalah membantu mereka menemukan kekuatan dari praktik tersebut, menyusun ceritanya dengan baik, menunjukkan dampaknya, kemudian membagikannya agar dapat menjadi inspirasi bagi guru yang lain,” lanjut Abdullah.

Melalui sesi coaching, peserta mendapatkan penguatan dalam menyusun naskah praktik baik dan video, termasuk bagaimana membangun alur cerita yang menggambarkan kondisi awal, tantangan, langkah yang dilakukan, hasil yang diperoleh, serta dampak nyata bagi murid, satuan pendidikan, rekan sejawat maupun komunitas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang belajar bersama bagi calon peserta. Diskusi dengan narasumber dan pengalaman yang dibagikan oleh peraih prestasi tingkat nasional diharapkan dapat memberikan perspektif baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mempresentasikan karya mereka.

Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara berharap proses pendampingan tersebut tidak berhenti setelah pelaksanaan Apresiasi GTK Tahun 2026. Praktik baik yang berhasil dihimpun diharapkan dapat terus dibagikan dan menjadi bagian dari budaya belajar antarguru di Gorontalo Utara.

Dari ruang kelas, perubahan pendidikan dapat dimulai. Dari praktik baik yang dibagikan, perubahan itu diharapkan dapat menjangkau lebih banyak guru, lebih banyak sekolah, dan pada akhirnya memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Gorontalo Utara.