Pemberian arahan kepada Murid dan Guru. H3 SupAk dn SuperMen SMPN5 Tolinggula.
Gerak Cepat Kadisdik Baru, Supervisi Terpadu Digelar untuk Benahi Mutu Pendidikan Gorontalo Utara
Kwandang — Pergantian pucuk pimpinan di Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara mulai diikuti dengan sejumlah langkah percepatan untuk memperbaiki mutu layanan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara, Abdulwahab Rahman Paudi, S.IP., A.Adm.Pemb., segera melakukan konsolidasi dan evaluasi menyeluruh setelah melihat kondisi pendidikan daerah yang masih membutuhkan perhatian serius.
Berdasarkan ringkasan kondisi Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2025, Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan berada pada angka 57,26 dengan predikat Belum Tuntas. Kemampuan literasi jenjang SMP tercatat sebagai indikator dengan peningkatan tertinggi, sedangkan kemampuan numerasi jenjang SD masih menjadi capaian terendah yang perlu segera dibenahi.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Kepala Dinas Pendidikan untuk mengambil langkah cepat dan terukur. Upaya perbaikan diawali dengan konsolidasi program pendidikan yang dilaksanakan di seluruh kecamatan beberapa waktu lalu. Konsolidasi tersebut melibatkan unsur Dinas Pendidikan, Koordinator Wilayah Pendidikan, pengawas sekolah, penilik, kepala sekolah, serta pemangku kepentingan pendidikan di tingkat kecamatan.
Langkah itu kemudian ditindaklanjuti melalui pelaksanaan Supervisi Terpadu pada satuan PAUD, SD, dan SMP di seluruh Kabupaten Gorontalo Utara. Kegiatan dilaksanakan secara serentak mulai 21 September sampai dengan 9 Oktober 2026.
Supervisi untuk Memotret Kondisi Nyata Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara, Abdulwahab Rahman Paudi, menegaskan bahwa perbaikan mutu pendidikan harus dimulai dari pemetaan masalah yang objektif dan berdasarkan kondisi nyata di satuan pendidikan.
“Kita tidak bisa menyusun program hanya berdasarkan perkiraan. Kita harus turun langsung ke sekolah, melihat kondisi sebenarnya, mendengarkan kepala sekolah dan guru, serta menemukan bagian mana yang selama ini masih lemah. Dari data itulah kita menyusun langkah perbaikan yang lebih tepat,” ujar Abdulwahab.
Menurutnya, capaian pendidikan yang belum tuntas tidak boleh hanya menjadi angka dalam laporan. Data tersebut harus diterjemahkan menjadi program, pendampingan, dan tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan sekolah.
“Rapor Pendidikan harus menjadi cermin bagi kita. Ketika hasilnya menunjukkan masih ada ketertinggalan, tugas kita bukan mencari siapa yang harus disalahkan, melainkan mencari akar persoalan dan bekerja bersama untuk memperbaikinya,” tambahnya.
Pelaksanaan supervisi dilakukan secara maraton oleh tim yang beranggotakan tiga hingga empat orang. Tim terdiri atas unsur pengawas sekolah dan penilik yang turun langsung ke satuan pendidikan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, serta pemeriksaan dokumen.
Menyasar Aspek Akademik dan Manajerial
Supervisi Terpadu mencakup berbagai aspek akademik dan manajerial di satuan pendidikan. Pada aspek akademik, tim melakukan penelaahan terhadap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan asesmen yang dilakukan guru.
Sementara itu, pada aspek manajerial, tim memeriksa dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan, perencanaan berbasis data, penyusunan RKAS berdasarkan Rapor Pendidikan, program budaya literasi, serta program penguatan pendidikan karakter.
Supervisi juga diarahkan untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan sekolah dalam mengidentifikasi masalah, menetapkan prioritas, dan menggunakan data sebagai dasar penyusunan program.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan ingin memastikan bahwa kebijakan dan program perbaikan berikutnya benar-benar menjawab kebutuhan sekolah, termasuk persoalan kemampuan numerasi pada jenjang SD yang masih menjadi capaian terendah.
“Supervisi ini bukan sekadar memeriksa kelengkapan administrasi. Yang paling penting adalah mendapatkan gambaran utuh tentang proses pembelajaran, kepemimpinan sekolah, pengelolaan program, dan hambatan yang dihadapi. Hasilnya akan menjadi bahan untuk menyusun strategi perbaikan pendidikan Gorontalo Utara,” jelas Kepala Dinas.
Bukan untuk Mencari Kesalahan
Dinas Pendidikan menegaskan bahwa Supervisi Terpadu tidak dilaksanakan untuk mencari kesalahan guru maupun kepala sekolah. Kegiatan ini merupakan proses pembinaan, pemetaan, dan pendampingan untuk memperkuat kapasitas satuan pendidikan.
Setiap sekolah diminta menyampaikan kondisi secara terbuka agar tim dapat memperoleh data yang objektif. Temuan supervisi selanjutnya akan dianalisis untuk menentukan persoalan yang perlu segera ditangani, baik pada tingkat satuan pendidikan, kecamatan, maupun kabupaten.
“Sekolah tidak perlu merasa takut dengan kehadiran tim. Kami datang untuk melihat, mendengar, dan mencari solusi bersama. Jika ada kekurangan, kita perbaiki. Jika ada praktik baik, kita dokumentasikan dan sebarkan agar dapat diterapkan oleh sekolah lain,” kata Abdulwahab.
Ia juga mengingatkan bahwa mengejar ketertinggalan pendidikan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tidak dapat dilakukan melalui satu kegiatan saja. Dibutuhkan kerja yang konsisten, kolaborasi lintas jenjang, serta komitmen bersama dari seluruh insan pendidikan.
Menyusun Strategi Perbaikan Berbasis Data
Hasil Supervisi Terpadu akan dihimpun dan dianalisis sebagai dasar penyusunan strategi peningkatan mutu pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara. Data dari sekolah akan dipetakan untuk melihat masalah yang bersifat umum maupun persoalan khusus pada setiap satuan pendidikan.
Pemetaan tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang lebih terarah, antara lain penguatan pembelajaran literasi dan numerasi, peningkatan kompetensi guru, pembenahan perencanaan berbasis data, penguatan kepemimpinan kepala sekolah, penataan pendidik dan tenaga kependidikan, serta pendampingan bagi sekolah yang membutuhkan perhatian khusus.
Dinas Pendidikan juga akan menjadikan hasil supervisi sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas program yang selama ini telah dilaksanakan. Program yang terbukti memberikan dampak akan diperkuat, sedangkan kegiatan yang belum menjawab kebutuhan sekolah akan diperbaiki dan disesuaikan.
“Kita harus bergerak cepat, tetapi tetap berdasarkan data. Target kita bukan sekadar memperbaiki angka, melainkan memastikan perubahan benar-benar dirasakan di ruang kelas dan berdampak pada kualitas belajar peserta didik,” tegas Abdulwahab.
Melalui rangkaian konsolidasi dan Supervisi Terpadu ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara menunjukkan komitmen untuk membangun tata kelola pendidikan yang lebih responsif, terbuka, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
Gerak cepat tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja bersama untuk mengejar ketertinggalan, memperbaiki capaian pendidikan, serta menghadirkan layanan pendidikan yang semakin bermutu dan merata bagi seluruh anak di Kabupaten Gorontalo Utara.